FGD #4 Praktik Baik Pencegahan Narasi Kekerasan Di Kampus

 

Untuk kesekian kalinya, Institute for Southeats Asian Islamic Studies (ISAIS) UIN Sultan Syarif Kasim Riau menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) secara online dengan aplikasi zoom. Kegiatan yang dilaksanakan padatanggal 8 Mei 2021 ini, berlangsung bersama dengan empat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di Wilayah Koordinasi Perguruan Tinggi  Agama Islam (KOPERTAIS) Wilayah Riau-Kepri, yaitu Sekolah Tinggi  Agama Islam (STAI) Hubbul Wathan Duri; STAI Tuanku Tambusai Rokan Hulu; STAI Bagan Batu Rokan Hilir; dan STAI Ar-Ridho Rokan Hilir.

Sedangkan menjadi narasumber adalah Dr. John Helmy, MP; Hidayati, S.Kom, M.Pd.I; Imron Ridho, M.Pd; dan Budi Setiawan, M.Pd. Sementara dari ISAIS ada Dardiri, MA dan Bambang Hermanto, MA. Menurut Dardiri, bahwa “Perilaku keagamaan pada pelajar pada saat ini sudah seperti api dalam sekam, yang perlu diperhatikan. Dan Medsos mendominasi dakwah saat ini, seperti kebanyakan pelajar belajar agama melalui media sosial sebesar 50%”.

Sementara secara singkat pak Bambang menyebutkan bahwa “Selama ini kita merasa aman karena bisa mendeteksi terorisme. Sejak munculnya kasus Malang, lone wolf terrorism jadi dipertanyakan karena orang lembut sekalipun bisa berpotensi”. “Narasi-narasi seringkali dimakannya bulat-bulat yang ada di sosial media.Sebab narasi kekerasan sudah menjadi propaganda sehingga memunculkan kelompok yang rentan, rentan menjadi Gerakan radikaL” imbuh Bambang.

Ketua STAI Tuanku Tambusai, Hidayati, sangat mendukung dengan apa yang dilakukan oleh ISAIS. “Kami siap membantu dan berpartisipasi pada program kedepannya” tegas Hidayati. Hal ini, menunjukkan antusiasme untuk bekerjasama dengan ISAIS pada program-program kedepannya demi kemajuan kampus. Hal yang sama juga dikemukakan oleh Budi Setiawan. “Kampus lain perlu banyak belajar, sharing dan berbagi dari ISAIS agar bisa menjadi contoh” kata Ketua STAI Ar-Ridho Bagan Siapi-api ini.

Dari FGD ini, bisa digaris bawahi bahwa issue ini tidak hanya terjadi dalam UIN suska, sehingga diperlukan pelembagaan Rumah Moderasi di Kampus-Kampus untuk melakukan pencegahan, narasi anti kekerasan; Kedua, perlu dan diharapkan adanya follow up kerjasama dan kolaborasi, untuk merumuskan bersama lebih lanjut counter narasi anti kekerasan bagi mahasiswa; Ketiga, Lebih aware terhadap kemajuan teknologi dan sosial media, dimana disitulah di era ini narasi kekerasan Sebagian besar justru terjadi; dan Keempat, Mempebanyak Sharing bersama, ISAIS dengan kampus-kampus lain disekitar RIAU untuk memperbanyak agen kontra narasi.

video Selengkapnya, silahkan klik link di bawah: 

https://youtu.be/wx609xS5FY4

 

Leave a Reply